TRI HANDOYO

29 Sep 2014
Author:  admin
Posted under: News

Seni tradisi bukan berarti kuno dan nggak keren, Xcelbrainers. Justru seni seperti itu perlu dilestarikan agar kekayaan budaya Indonesia bisa terlihat ke berbagai belahan dunia. Nah, salah satu seni tradisi yang mulai dilirik sekarang adalah Tari Topeng Malangan dengan Tri Handoyo sebagai motor penggeraknya. Mau tahu ceritanya? Pada mulanya Tri suka melihat ayah dan kakeknya menari topeng khas Malang sejak kecil. Terinspirasi dari dua tulang punggung utama keluarganya itu ia bertekad meneruskan tradisi keluarga. Tahun 2010 ia mendirikan Padepokan Topeng Malangan Asmoro Bangun. Lokasinya terletak di Desa Karang Pandan, Kec. Pakisaji, Kabupaten Malang. Padepokan itu semula hanyalah kelas privat. Beberapa penduduk sekitar mengikuti dengan sukarela kelas tari topeng yang diadakan. Namun, sejak kakeknya yang memang maestro seni tari topeng itu meninggal di tahun 2010 dan Tri mengambil alih kendali padepokan, tari topeng pelan-pelan mulai dilirik meski masih terbatas. Tri mengakui, banyak yang harus dihadapi oleh padepokan demi kelestarian tari topeng. Selain minimnya perhatian berbagai pihak, ia juga menyebutkan pengaruh budaya luar yang lebih modern menjadi kendala. Seni tradisi seperti tari topeng Malangan yang coba dilestarikannya seolah-olah terpinggirkan. Namun, ia tak kecil hati. Biaya padepokan ia biayai sendiri. Berbagai festival di dalam dan luar negeri ia ikuti meski kondisinya terbatas. Semua itu tak lain hanya untuk menjaga warisan budaya yang telah diturunkan dari generasi ke generasi. Pelan-pelan, tari topeng Malangan pun dikenal di mancanegara seperti Jepang, Australia, Turki dan Belanda. Di tengah keterbatasan, Tri tak mau banyak mengeluh. Ia terus berusaha dengan segenap hati. Kini Padepokan Asmoro Bangun mampu memenuhi permintaan kerajinan topeng. Biasanya itu untuk aksesori hotel, perhiasan rumah tangga sampai suvenir pernikahan. Nilanya lumayan, sekitar 5 juta Rupiah per bulan. Menurut Tri, itu berarti kerajinan Topeng Malangan ini mulai disukai banyak orang. Kerja keras Tri Handoyo nampaknya tidak sia-sia. Kini banyak pelajar asing belajar di Padepokan Asmoro Bangun setiap tahunnya. Tahun 2014 adalah tahun ketiga Tri Handoyo bersama padepokan warisan keluarganya menerima kunjungan siapa pun yang ingin mengenal lebih dalam tari topen Malangan. Di tahun-tahun mendatang, harapan akan bersinarnya seni tradisi Indonesia nampaknya bakal cerah, Xcelbrainers.

Related Post
Popular Post

Popular Posts