Ainun Chomsun

08 Sep 2014
Author:  admin
Posted under: News

Ainun Niswati Chomsun adalah Pendiri dan sukarelawan Akademi Berbagi (gerakan sosial dalam bidang pendidikan). Sejak tahun 2010 sampai saat ini, Akademi Berbagi merupakan gerakan sosial dalam bidang pendidikan, yang diawali dari Twitter. Gerakan sosial ini menggunakan social media untuk mencari guru dan tempat gratis untuk belajar. Kelas diadakan secara reguler, dibuka untuk umum dan gratis. Murid-murid yang datang bisa mendapatkan pengetahuan berupa ilmu dan pengalaman dari para praktisi. Ilmu dan pengalaman ini bisa berhubungan dengan pekerjaan, hobi, maupun sekedar menambah wawasan para murid. Social media digunakan sebagai platform publikasi, dokumentasi, dan sosialisasi untuk menyebarkan gerakan ini. Social media dan jaringan online disini juga berfungsi sebagai alat komunikasi dan koordinasi satu sama lain. Sampai saat ini, kelas Akademi Berbagi rutin diadakan di 36 kota tersebar di seluruh Indonesia.
Masa kecil Ainun dihabiskan di kaki gunung Merbabu, di Salatiga. Di dekat rumahnya ada pasar sapi, tempat ketemu para blantik (makelar sapi) dan pembelinya. Kini pasar itu tinggal kenangan, dan diabadikan jadi akun Twitternya, @pasarsapi, juga nama blog-nya.
Melalui jejaring sosial Twitter, @pasarsapi memburu ilmu sekaligus memfasilitasi orang-orang yang berbagi ilmu dan para pemburu ilmu. Ainun mengagas sebuah pasar ilmu namun tanpa transaksi.
Dia mendirikan Akademi Berbagi, tempat bertemunya guru dan murid yang mencari ilmu. Semuanya gratis. Awalnya digelar di Jakarta, kini sudah hadir di 31 kota. Tak terhitung murid dan guru yang berbagi ilmu. Pada tahun 2011, Akademi tanpa kampus ini diganjar Klik Hati Award dan Editor Choice Award Majalah Rolling Stone Indonesia. Setahun kemudian mendapat Kompasiana Award.
Prestasi ini bukan dibangun dalam sesaat. Selepas kuliah di UNISBA, Bandung, Ainun bekerja di P3M (Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat) di Jakarta sebagai staf di divisi Ekonomi dengan tugas pendampingan masyarakat untuk pemberdayaan ekonomi tahun 1998 sampai dengan 2000.
Lantas dia bergabung ke Yayasan PUAN Amal Hayati, lembaga yang membantu perempuan korban kekerasan. Setelah dua tahun, pada September 2002 bergabung di official portal KH Abdurrahman Wahid www.gusdur.net. Di cikal bakal The WAHID Institute ini Ainun jadi Manager Operasional. Dua tahun kemudian, The WAHID Institute secara resmi didirikan, jabatan Office Manager diembannya.
Lima tahun kemudian, Ainun memutuskan jadi Freelancer Public Relations, spesialisasi di bidang Social Media & Community Relations. November 2011 bergabung di Manfesto Digital Agency hingga Januari 2013 sebagai Social Media Director.
Dari tangan ibu satu anak ini, telah lahir tiga buku; The Single Moms, Perempuan Yang Melukis Wajah, dan Indonesia Jungkir Balik. Kini, Ainun aktif menjadi freelancer serta part timer di Manifesto sebagai Social Media Strategist. Dia juga menjadi pembicara dan trainer untuk social media, community, dan social movement.

Related Post
  • Ainun

    Terimakasih sudah menuliskan tentang saya di sini. Apa yang saya lakukan belum ada apa-apanya dibanding orang2 di luar sana.
    Semoga makin banyak yang orang2 yang berprestasi dan bersedia berbagi

    • admin

      Dear Mba Ainun, terima kasih kembali Mba. Semoga semua prestasi-nya dapat menjadi insipari bagi anak-anak muda masa kini 🙂

Popular Post

Popular Posts